Penguatan Kompetensi Seni Pertunjukan melalui Pembelajaran Berbasis Proses dan Pendekatan Teater Pendidikan
Kata Kunci:
penyutradaraan; pelatihan teater; sekolah menengah; pendidikan seni; SMAN 1 BanjarAbstrak
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi siswa SMAN 1 Banjar dalam bidang penyutradaraan teater melalui pelatihan intensif yang menggabungkan teori dasar, praktik pengarahan aktor, perancangan konsep artistik, serta pembacaan naskah yang berorientasi pada pembelajaran proses. Pelatihan dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan sekolah akan model pembinaan seni pertunjukan yang lebih sistematis, berjenjang, dan sesuai karakter remaja. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, pendampingan kelas, workshop praktik, dan produksi mini show sebagai hasil akhir. Kegiatan ini mengacu pada berbagai referensi penyutradaraan modern dan tradisi Nusantara (Fitri et al., 2021; Wibono, 1993; Febrianto, 2018; Nofriani, 2012). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan siswa dalam membaca naskah, mengatur blocking, memimpin aktor, dan menyusun konsep penyutradaraan. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif pada kepercayaan diri, kemampuan kerja sama, dan kepekaan estetis siswa. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelatihan penyutradaraan di sekolah menengah efektif menjadi model penguatan literasi seni melalui pendekatan berbasis proses dan praktik langsung.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 arip hidayat, Tifani Kautsar, Andriyana Andriyana, Siti hardianti, uban subana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

