Workshop Keaktoran bagi Siswa SMA se-Kabupaten Kuningan
Kata Kunci:
Asset-Based Community Development (ABCD); Keterampilan Abad ke-21; Remaja; Teater Sekolah, Workshop Keaktoran.Abstrak
Dinamika sosial dan digitalisasi telah memicu berbagai tantangan psikososial bagi remaja di Kabupaten Kuningan, mulai dari kecemasan sosial hingga penurunan kualitas komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas workshop keaktoran sebagai model pendidikan seni berbasis komunitas dalam mengembangkan kompetensi holistik peserta didik SMA. Menggunakan metode pengabdian masyarakat dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), program ini berfokus pada pemberdayaan aset individu dan sekolah melalui serangkaian latihan teknis dan kreatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pelatihan keaktoran amatir tidak hanya meningkatkan keterampilan performatif, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium sosial untuk memperkuat keterampilan abad ke-21 (4C: critical thinking, creativity, collaboration, communication). Melalui teknik seperti forum theatre, peserta didik mampu mengembangkan resiliensi, empati, dan kemampuan pemecahan masalah sosial. Simpulan penelitian menegaskan bahwa workshop keaktoran merupakan intervensi pedagogis yang strategis untuk memperkuat karakter, kecerdasan interpersonal, dan kesehatan emosional siswa. Disarankan agar sekolah mengintegrasikan teater ke dalam kurikulum pendidikan karakter secara berkelanjutan dengan dukungan struktur yang permanen dari pemerintah daerah.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Arip Hidayat, Andriyana, Tifani Kautsar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

